• Deklarasi Pelajar Jogja dalam Rangka mewujudkan Sekolah Indonesia Sejahtera

  • Pelatihan Kepala Sekolah SD se Daerah Istimwea Yogyakarta, pada 10 November 2015

  • Siswa pelajar SMA 2 Banguntapan dalam rangka Kegiatan FollowUp Program Sekolah Sejahtera

  • Pelatihan Resiliensi tim CPMH dalam rangka FollowUp Program Sekolah Sejahtera di SMA2 Banguntapan

  • FollowUp Program Sekolah Sejahtera bersama Seluruh Stakeholder SMK 1 Yogyakarta

  • Forum Group Discussion siswa SMK 1 Yogyakarta dalam rangka FollowUp Program Sekolah Sejahtera

  • Siswa SMA 1 Godean setelah mengikuti FollowUp Program Sekolah Sejahtera

Copyright 2017 - Joomla 3.5 Templates - Custom text here

Cikal Bakal Youth Empowerment Studio (YES!)

Latar Belakang

          Begitu banyak berita negatif mengenai remaja yang menghiasi media-media Indonesia dalam kurun waktu 4 tahun belakangan ini. Pelajar SMA di Ngawi mengalami depresi dan mencoba untuk bunuh diri (Tribunnews.com, 7 Maret 2012). Seorang anak SMA menyayat urat nadinya dengan silet (Republika.co.id, 7 Maret 2012). Seorang siswa STM tewas dibacok ketika tawuran (metrotvnews.com, 19 Februari 2010). Seorang pelajar sekolah menengah tewas saat tawuran di Kemayoran (detiknews, 13 September 2011). Satu orang pelajar tewas dibacok saat tawuran (Kompas, 15 Juli 2010). Seorang siswa melakukan pembunuhan karena kalah judi (kompas.com, 2 Juni 2010). Sebanyak 34% siswa sekolah menengah termasuk dalam kategori perokok (detik.com). Apakah memang separah itu kondisi remaja kita?

          Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Center for Public Mental Health yang bekerjasama dengan Palang Merah Norwegia di 4 kota besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur (2010), ditemukan beberapa data bahwa 41,5% remaja mengalami emosi negatif selama di sekolah menengah, disusul dengan 31,4% yang menyampaikan ketidakpuasannya selama bersekolah, dan 5% mengalami gangguan fungsi kognitif dan emosi. Belum lagi dengan informasi 13% remaja mengaku sebagai pelaku tindak kekerasan selama di sekolah menengah, dan 8,6% yang mengaku melihat perilaku kekerasan selama di sekolah. 25% remaja mengaku pernah dihina karena kondisi fisiknya, 12% remaja pernah dipukul secara sengaja, 11% remaja mengaku pernah dipaksa untuk melakukan sesuatu yang di luar hati nuraninya. 33,2% remaja mengaku pernah mencoba merokok, sedangkan 9% remaja mengaku sebagai seorang perokok. 11,3% remaja mengaku pernah mencoba minum alcohol, sedangkan 4,7% diantaranya adalah konsumen alcohol.

Lahirnya CPMH & YES

          Dengan berbagai kondisi di atas, maka usaha pembangunan kesehatan mental perlu dilakukan dengan segera untuk memacu pertumbuhan psikologis yang sehat, meningkatkan produktivitas& keberfungsian masyarakat, meningkatkan kepuasan hidup, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Oleh karena itu, pada tahun 2010 lahirlah Center for Public Mental Health Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang berfungsi sebagai pusat kajian, pusat pendidikan dan pelatihan, pusat advokasi kebijakan, dan pusat layanan di bidang kesehatan mental masyarakat. CPMH berusaha untuk mengokohkan perannya sebagai fasilitator pengembangan ilmu dan profesi bagi masyarakat serta mediator antara Fakultas Psikologi UGM dengan masyarakat, pengambil kebijakan, himpunan profesi terkait dengan kesehatan mental, dan di dalam maupun di luar negeri secara keseluruhan diharapkan akan berdampak dalam peningkatan kesehatan mental masyarakat dan bangsa Indonesia secara nyata

Khusus mengenai promosi kesehatan mental yang spesifik menggarap remaja, lahirlah Youth Empowerment Studio pada tanggal 1 Desember 2012 yang bernaung dibawah CPMH.

  • Youth melambangkan bahwa studio ini merupakan ruang bagi para pemuda yang dinamis mengikuti perkembangan zaman, memahami kebutuhan sebagai remaja, dan berbagi untuk sesama. Youth juga mengartikan bahwa yang terlibat dalam studio kami adalah mahasiswa yang berjiwa muda.
  • Empowerment melambangkan bahwa studio ini berprinsip pada pemberdayaan. Aktivitas YES tidak hanya dalam bentuk remaja sekolah mendapat (take) pelatihan dari mahasiswa namun mereka juga akan membagikan (share) ilmu yang mereka peroleh ke teman-teman mereka.
  • Studio melambangkan aktivitas kami yang masih dinaungi oleh Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Studio ini tidak hanya beranggotakan mahasiswa S1, namun juga dosen, mahasiswa magister, dan juga remaja-remaja sekolah di Yogyakarta.

Tujuan YES

Youth Empowerment Studio mengedepankan 4 tujuan pokok yang terangkum dalam akronim PROTOCOL:

  • Penguatan strategi coping remaja dalam menghadapi tantangan kehidupan (Empowerment Process & Strategy)
  • Pendampingan bagi remaja untuk senantiasa memaknai secara positif berbagai peristiwa dalam kehidupannya (Mentoring)
  • Pencegahan faktor resiko yang meliputi remaja (Risk Factor Prevention)
  • Penguatan dan eksplorasi potensi positif remaja (Potency Exploration)

Sasaran Utama

Sasaran Utama dari Youth Empowerment Studio adalah remaja yang saat ini berada di jenjang Sekolah Menengah Atas berdasarkan pertimbangan mengenai tahapan perkembangan, tantangan lingkungan, kematangan, dan akses.

Parameter Keberhasilan

Berdasarkan Moos (2002) ada 4 Parameter Keberhasilan yang menjadi acuan bagi pengembangan YES ke depan. Paremeter tersebut antara lain:

  1. Kekokohan personal remaja sebagai individu yang tangguh dan bahagia.
  2. Munculnya remaja sebagai agen perubahan positif bagi lingkungan.
  3. Adanya pemaknaan positif remaja terhadap peristiwa hidupnya
  4. Kemampuan penyusunan strategi pengambilan keputusan remaja dalam menghadapi tantangan kehidupan

Sedangkan 4 output penting dari aktivitas Youth Empowerment Studio antara lain:

  1. Adanya komunitas remaja yang menjadi tempat mengembangkan diri dan saling berbagi
  2. Terlaksananya program psikoedukasi bagi remaja guna mengembangkan diri pribadi, kemampuan sosial, pemaknaan akademik yang positif, dan jenjang karir yang sesuai
  3. Tersebarluaskannya program peer campaign yang dilakukan dari remaja, oleh remaja, untuk remaja
  4. Adanya mapping kualitas kesehatan mental remaja di Indonesia

Kegiatan YES

Beberapa kegiatan Youth Empowerment Studio yang telah terlaksana antara lain:

  1. Pelatihan Pengembangan Diri Dwi-Pekanan yang mengusung tema-tema pengembangan soft skill remaja
  2. Inisiasi Komunitas Remaja sebagai sarana tempat belajar dan berbagi antar remaja di Yogyakarta
  3. Psikoedukasi remaja melalui jejaring sosial dan media online.
  4. Penelitian pemetaan remaja bahagia di beberapa sekolah di Yogyakarta

YES! I Camp, camping bersama remaja SMA se-Yogyakarta